JAKNEWS.COM---Diam-diam Korea Utara mengembangkan sistem operasi open source Linux sendiri yang disebut dengan 'Red Star'. Ihwal sistem operasi Linux buatan Korea Utara ini mulai terungkap setelah seorang mahasiswa asal Rusia, Mikhail yang tengah studi di Kim Il-Sung University, melakukan posting atas sistem operasi ini yang ia beli di Pyongyang sebesar US$5.