 Waspadai Inflasi 0,84 Persen
(Selasa,02/02/2010:pkl.08.00 wib)JAKNEWS.COM--Laju inflasi bulan Januari 2010 yang mencapai 0,84 persen sebaiknya diwaspadai pemerintah karena tingkatan tersebut bisa mendorong laju inflasi sepanjang tahun 2010 melampaui target dalam APBN 2010, yakni lima persen.
Atas dasar itu, berbagai upaya sebaiknya segera dilakukan antara lain mencegah hambatan pada distribusi barang yang bisa disebabkan oleh bencana alam.
"Saat ini, ada beberapa kali banjir sporadis, namun tidak separah banjir-banjir yang terjadi pada bulan Januari sebelumnya yang menyebabkan distribusi barang terhambat sehingga mendorong laju inflasi," ujar Kepala Ekonom BNI, Tony A Prasetiantono di Jakarta, Senin (1/2).
Inflasi Januari 2010 sebesar 0,84 persen relatif masih sehat terhadap daya beli masyarakat, sebab pengalaman pada bulan Januari biasanya mencapai 1 persen. Biasanya, ada faktor bencana alam seperti banjir dan perayaan tahun baru yang membuat inflasi Januari di level 1 persen. Kedua faktor itu tidak muncul pada Januari 2010.
Namun, jika pada sisa tahun 2010 terjadi inflasi bulanan pada level 0,5 persen saja, maka laju inflasi tahunan bisa mencapai 6,34 persen. Jauh di atas laju inflasi tahun 2009 yang mencapai 2,78 persen.
Laju inflasi Januari tertahan karena ada perilaku masyarakat yang masih membatasi konsumsinya. Konsumsi ditahan karena konsumen masih tercekam suasana krisis ekonomi global. Itu menyebabkan keinginan berbelanja dikurangi.
"Banjir besar yang sampai mengganggu distribusi barang juga tidak terjadi. Inflasi di 0,84 persen ini bisa disebut kembali ke normal, karena mendekati 1 persen," ujar Tony.
nKCM/JAK11

|