 Pemerintah Terbitkan Empat Obligasi Syariah
(Rabu,03/03/2010:pkl.08.30 wib)JAKNEWS.COM--Baru saja selesai dengan penerbitan tiga seri SBN dalam bentuk Surat Perbendaharaan Negara atau SPN maupun Surat Utang Negara atau SUN pada Selasa (2/3) sore, kini Kementerian Keuangan kembali mengagendakan penerbitan empat seri Surat Berharga Syariah Negara atau SBSN. Target penerbitan kali ini adalah Rp 1 triliun.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Kementerian Keuangan, Harry Z Soeratin mengungkapkan hal tersebut di Jakarta, Selasa (2/3). Penerbitan keempat obligasi berbasis syariah atau kerap disebut sukuk negara tersebut ditetapkan pada 9 Maret 2010. Leempat seri SBSN itu adalah seri IFR0003 , IFR0005, IFR0006, dan IFR0007. Dana yang diperoleh dari penerbitan ini akan digunakan untuk untuk memenuhi sebagian dari target penerbitan obligasi dalam APBN 2010, yakni Rp 175,6 triliun.
Keempat seri tersebut akan jatuh tempo masing-masing pada 15 September 2015, 15 Januari 2017, 11 Maret 2021, dan 15 Januari 2025. Pemerintah menawarkan keempat seri tersebut dengan kupon masing-masing sebesar 9,25 persen (untuk seri IFR0003); 9 persen (IFR0005); dan 10,25 persen untuk IFR0007. Khusus untuk seri IFR0006, pemerintah tidak menyebutkan nilai kuponnya hanya saja menegaskan bahwa kuponnya diberikan pada level suku bunga tetap.
Penerbitan SBSN berbeda dengan penerbitan obligasi negara nonsyariah karena membutuhkan underlying asset (aset yang dijaminkan). Atas dasar itu, penerbitan keempat SBSN itu akan menggunakan underlying asset berupa Barang Milik Negara (BMN) yang telah mendapatkan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat pada tanggal 31 Agustus 2009 .
Pada saat itu, nilai BMN yang diajukan pemerintah adalah Rp 25,9 triliun, jenisnya tanah dan bangunan. BMN tersebut 90 persen terletak di Jakarta, dan 10 persen meliputi daerah Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, Semarang, Yogyakarta, serta Sulawesi Utara (Sulut). Sebanyak 1 persen berupa, 22 persen, serta 77 persen berupa tanah dan bangunan.
nKCM/JAK11

|