Bug BSD Ditemukan
(Selasa,13/05/2008:pkl.11.00
wib)
JAKNEWS.COM---Setelah selama hampir 25 tahun dianggap tidak memiliki lubang yang berartio sistem operasi `Berkeley Software Distribution` (BSD) ternyata ditemukan juga bug. Namun penemuan bug BSD itu langsung ditutup sehingga sistem operasi ini aman kembali. Sistem operasi BSD banyak dikembangkan untuk membuat sejumlah sistem operasi seperti OpenBSD, FreeBSD ataupun NEtBSD.
Ditemukanya bug yang ada di BSD ini tak lepas dari pengembang Unix dimana sang pengembang langsung menutup lubang ini.
Langkah cepat harus dilakujkan karena BSD banyak menghasilkan keturunan termasuk menjadi dasar pengembangan sistem operasi Mac OS oleh Apple.
Menurut Marc Balmer yang merupakan sebuah pengembang asal Swiss, semua bug yang ditemukan di BSD langsung ditutup.
"Memang sangat mengejutkan bagi saya namun juga pengembang lain,' ungkapnya.
Dalam postingnya, Balmer mengatkan bahwa penemuan bug ini sangat penting lantaran sudah berjalan selama 25 tahun.
Penemuan bug ini oleh Balmer merupakan hasil penelusuran atas sejumlah masalah yang ada pada suer OpenBSD saat menggunakan Samba, sebuah tool open source untuk networking protocol agar bisa melakukan pertukaran files dengan sistem operasi Microsoft Disk Operating System (MS-DOS) formatting.
Dengan tegas Balmer mengatkan bug bukanlah masalah di Samba namun hanya fi OpenBSD.
Bug yang ditemukan berkaitan dengan *dir() group of commands, such as telldir() and seekdir(), used to handle, open, read and interpret directories.
'Code ini tidak berjalan seperti yang diharapkan saat entry of a block kedua dilakukan,' tulis Balmer.
Balmer kemudian mendapatkan emial dari Kirk McKusick, yang merupakan pencipta dari *dir() library.
Awal mei ini, OpenBSD project meluncurkan versi terbarunya 4.3 dengans ejumlah perbaikan untuk drivers, software packages dan bug fixes.
nzdnet/JAK08

|