Obesitas Sumbang Pemanasan Global (Jum'at,16/05/2008:pkl.11.00
wib)
JAKNEWS.COM---Obesitas yang kini menjadi gejala penyakit diseluruh dunia ternyata oleh tim dari `the London School of Hygiene & Tropical Medicine` bisa memberikan kontribusi dari pemanasan global. Menurut tim yang dipimpin oleh Phil Edwards dan Ian Roberts ini, kenaikan angka obesitas dan overweigth akan membuat kenaikan konsumsi makanan.
Selain soal makanan para penderita obesitas dan overweight dianggap bisa memberikan kontribusi pemanasan global karena berkatain dengan dibutuhkanya transportasi yang lebih tinggi pula.
Paparan Phil Edwards dan Ian Roberts melalui `the journal Lancet` menunjukan tingginya jumlah transportasi dan permintaan makanan itu akan berdampak pada semakin tinggi pula sumber energi yang dibutuhkan.
"Jika kita semuanya semakin bertambah berat maka itu akan bertanggungjawab pada pemanasan global,' tandas Edwards.
Masih menurut Edward "Obesitas merupakan kunci penting' dari gambaran masa depan.
Diperkirakan saat ini ada sekitara 400 juta remaja yang mengalami obesitas diseluruh dunia dimana Badan Kesehatan Dunia `World Health Organization` (WHO) memprediksi pada 2015 mendatang angka itu mengalami kenaikan sampai 2.3 milyar untuk overweight dan 700 juta untuk obesitas.
Dari model, sekitar 40 persen dari populasi dunia digambarkan merupakan mereka yang memiliki `body mass index' (BMI) mendekati 30.
BMI merupakan bentuk ukuran perbandingan antara tinggi badan dengan berat badan dimana untuk ukuran normal BMI yang disarankan adalah pada kisaran 18 - 25.
Dibawah 18 dinggap sangat kurus sementara diatas 25 - 30 merupakan overweight dan diatas 30 merupakan penderita obesitas.
Sebaliknya pemanasan global juga diperkirakan akan memicu kenaikan terjadinya penyakit `ginjal batu'.