 Obesitas Berdampak Pada Asma
(Jumat,02/05/2008:pkl.11.00
wib)
JAKNEWS.COM---Studi yang dilakukan oleh Dr. D. Robin Taylor dari `the University of Otago` (Selandia Baru) memperlihatkan adanya kaitan anatra obesitas pada wanita dengan resiko peningktan penyakit asma. 'Kami berhasil menunjukan bahwa perbedaan perubaan pada penyakit yang berkaitan dengan pernafasan berkaitan dengan obesitas,' tandas Dr Taylor.
Brntuk tubuh yang ideal bisa diperoleh dengan melakukan pengukuran `body-mass indexes` (BMIs) yang akan memasukan seseorangd alam kategori kurus, normal, overweight ataupun obesitas.
Studi yang dilakukan oleh Dr. D. Robin Taylor juga menemukan adanya disfungsi pernafasan pada wanita penderita obesitas yang berkaitan erat dengan Ashma.
Hasil penelitian Dr Taylor dipublikasikan melalui `the American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine` edisi mei 2008.
Studi yang dipimpin Dr Taylor merupakan studi pertama yang menemukan kaitan antara obesitas dengan asma dimana saluran pernafasan di paru-paru akan bisa merespon sekaligus melakukan stimulasi pada penyakit asma.
Sebenarnya menurut Dr Taylor perbedaan pengaturan nafas tidaklah terlalu dirisaukan namun hal itu tidak berlaku bagi para wanita yang memiliki bentuk tubuh obesitas. Karena kesenjangan itu bisa membuat pemicu asma.
Studi melibatkan sekitar 30 wanita penderia asma yang dibagi dalam tiga kelompok menurut BMI masing-masing, normal, overweight dan obesitas.
"Setelah melakukan methacholine jumlah dari bronchoconstriction yang terindikasi di tiga kelompok ini diperbandingkan,' jelas Dr Taylor.
Wantia yang memiliki BMI yang tinggi akan memiliki resiko yang lebih tinggi.
Artinya para wanita dengan BMI yang tiggi akan memilikim potensi kesulitan bernafas ketimbang wanita dengan BMI normal.
Dr Taylor mengaku diperlukan penelitian lanjutan yang melibatkan para wanita obesitas yang lebih besar untuk memberikan konfirmasi atas kaitan antara obesitas dengan penyakit asma.
nyahoo/JAK07

|