HomeEkbisOlahragaTeknologiGaya HidupKesehatan English

 

  HOME
  OLAHRAGA
  GAYA HIDUP
  TEKNOLOGI
  KESEHATAN
  EKBIS
  ENGLISH

 
 
 Politik

Cak Nun: Sekarang Waktu yang Tepat Memulai Perubahan
(Minggu,18/05/2008:pkl.14.15 wib)

JAKNEWS.COM--Budayawan Emha Ainun Nadjib menyatakan, momentum 100 tahun Kebangkitan Nasional merupakan waktu yang tepat bagi masyarakat Indonesia untuk memulai perubahan ke arah yang lebih baik.

"Kita sedang dihadapkan pada gerbong sejarah yang luar biasa. Gerbong perubahan ini mau tidak mau akan terjadi. Kita akan membangun peradaban baru dan ini tahun yang tepat untuk memulai perubahan peradaban itu," kata Emha yang akrab disapa Cak Nun itu di Jakarta, Minggu (18/5).

Ketika berbicara dalam Seminar Nasional dalam rangka 100 Tahun Kebangkitan Nasional yang diselenggarakan oleh DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, Emha mengkritik tema seminar Bangkitlah Negeriku Harapan itu Masih Ada.

Emha mengatakan, bukan hanya harapan yang masih ada, tetapi Indonesia punya kemampuan yang luar biasa untuk bangkit dan punya pengaruh di dunia internasional. Karena itu, Emha mengajak semua pihak untuk lebih percaya diri. "Tidak ada Olimpiade Fisika yang tidak dijuarai Indonesia, tidak ada festival kesenian yang tidak dimenangkan Indonesia. Jadilah orang yang hebat dan tahu bahwa dirinya hebat," katanya.

Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid yang berbicara pada pembukaan seminar itu mengatakan, Indonesia sukses menjadi 'guru' bagi negara-negara lain di dunia, sejak pelaksanaan Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung, 1955. "Banyak negara-negara di Afrika, Eropa Timur, ASEAN, yang terinspirasi dengan kemerdekaan Indonesia, tetapi sekarang negara mereka lebih maju.

Malaysia dan Vietnam yang pernah 'belajar' dari Indonesia sekarang jauh lebih maju dari 'guru'-nya," katanya.

Namun demikian, katanya, semua itu harus menjadi pemacu semangat bangsa untuk bangkit dan menjadi lebih maju. "Semestinya Indonesia bukan hanya menjadi inspirator bagi kemajuan bangsa-bangsa di dunia," katanya.

Sedangkan pembicara lain, Panglima Penguasa Darurat Militer (PDM) tahun 1999 di Timor Timur, Letjen (Purn) Kiki Syahnakri, membangkitkan semangat nasionalisme jangan hanya menjadi slogan tetapi harus benar-benar dilaksanakan. 

Ia menambahkan, untuk menghadapi globalisasi ke depan maka peran negara harus diperkuat melalui kepemimpinan yang kuat dan berkarakter.  

nMIOL/JAK06

IndeksBerita Hari Ini
 


ARTIKELBERITA
Cak Nun: Sekarang Waktu yang Tepat Memulai Perubahan (18/05/2008:14.15)
Kejaksaan Usut Jaksa yang Ancam Henry Leo (18/05/2008:14.00)
Warga Tokyo Ngungsi, Ada Bom 1 Ton (18/05/2008:13.45)
Megawati Nilai Antusias Masyarakat di Pilkada Anjlok (18/05/2008:13.30)
Pemprov DIY tidak akan Tolak BLT (18/05/2008:13.15)
Gempa 5,1 SR Guncang di Nias (18/05/2008:13.00)
Ketua MPR Kembali Ingatkan Pemerintah (18/05/2008:12.30)
KPU Pusat Diminta Ambilalih Proses Pilgub NTT (18/05/2008:12.15)
Megawati: Reformasi Tetap Ada dan Harus Jalan Terus (18/05/2008:12.00)
Badai Hantam Filipina, Satu Orang Tewas (18/05/2008:11.30)
APTRI Desak Pemerintah Putuskan Kenaikan Harga Gula (18/05/2008:11.15)
Mega Deklarasikan Pasangan SR (18/05/2008:11.00)
Pengecer Dadakan Kacaukan Harga BBM (18/05/2008:10.00)
Air Mata Iringi Kepergian Sophan (18/05/2008:09.30)
Hanya Satu Unjuk Rasa Hari Ini (18/05/2008:09.00)
Din Syamsuddin Hadiri Pengajian di Semarang (18/05/2008:08.00)
Awan Menggantung di Langit Jakarta (18/05/2008:07.00)
 



Copyright © 2000 Zeus Group International All Rights Reserved