 KPU Pusat Diminta Ambilalih Proses Pilgub NTT
(Minggu,18/05/2008:pkl.12.15
wib)JAKNEWS.COM--DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT) minta KPU Pusat untuk mengambil alih proses pemilihan gubernur-wakil gubernur periode 2008-2013. Hal itu disampaikan karena KPUD NTT dinilai tidak mau mengakui adanya kekeliruan substantif dan prosedural dalam proses tersebut.
"Jika KPUD NTT tidak mau mengakui adanya kekeliruan dan kesalahan yang mereka lakukan dalam proses Pilgub NTT maka tidak tertutup kemungkinan terjadinya gejolak sosial dari pihak-pihak yang merasa dirugikan dari sebuah keputusan politik yang tidak adil ini," kata Ketua DPRD NTT, Melkianus Adoe di Kupang, Minggu (18/5).
Ia mengemukakan hal ini beberapa saat sebelum bertolak ke Jakarta bersama pimpinan fraksi dan komisi DPRD NTT untuk menyampaikan dinamika politik di daerah ini ke KPU Pusat guna segera mengambil langkah-langkah dalam proses Pilgub NTT.
Proses Pilgub NTT sempat mengalami penundaan akibat protes massa yang tidak bisa dipertanggung jawabkan secara hukum dan politik oleh KPUD NTT berkaitan dengan keputusannya dalam menetapkan tiga paket calon Gubernur-Wakil Gubernur NTT periode 2008-2013 pada 5 Mei lalu.
Tiga paket yang ditetapkan itu masing-masing pasangan pasangan Ibrahim Agustinus Medah-Paulus Moa (Tulus) yang diusung Partai Golkar, Frans Lebu Raya-Esthon L Foenay (Fren) yang diusung PDI Perjuangan serta pasangan Gaspar Parang Ehok-Yulius Bobo (Gaul) yang diusung sejumlah parpol tergabung dalam Koalisi Abdi Flobamora.
Setelah peserta Pilgub NTT ini ditetapkan, massa dan simpatisan pendukung paket Alfons Loemau-Frans Salesman (Amsal) langsung bertemu KPUD NTT pimpinan Robinson Ratu Kore untuk menanyakan alasan menggugurkan paket tersebut.
Pasangan Benny K Harman-Alfred Kasse (Harkat) juga langsung mengambil tindakan hukum dengan menggugat KPUD NTT di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Kupang, setelah dinyatakan gugur meski sudah lolos dari verifikasi tahap pertama dan memenuhi syarat 15 persen.
KPUD NTT kemudian mengambil keputusan sepihak tanpa adanya persetujuan dari DPRD NTT, Gubernur NTT dan Menteri Dalam Negeri, dengan menunda jadwal dan tahapan Pilgub NTT dari 6-14 Mei 2008.
Setelah jeda ini berakhir, KPUD NTT langsung mengambil keputusan dengan mengagendakan penarikan undian bagi peserta Pilgub NTT periode 2008-2013 pada 15 Mei 2006 yang langsung disambut dengan aksi unjuk rasa menyusul adanya surat dari KPU Pusat yang meminta KPUD NTT untuk meninjau kembali keputusannya karena telah melakukan kekeliruan substantif dan prosedural dalam proses Pilgub NTT.
KPUD NTT langsung mengadakan rapat dengan Desk Pilkada NTT pimpinan Djamin Habib yang juga Sekda NTT untuk membahas surat dari KPU Pusat tersebut, dan mengambil keputusan untuk melakukan konsultasi dengan KPU Pusat pada 16 Mei 2008.
nKCML/JAK06

|