 Pengecer Dadakan Kacaukan Harga BBM
(Minggu,18/05/2008:pkl.10.00
wib)JAKNEWS.COM--Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) terutama jenis premium (bensin) di Provinsi Lampung merata di seluruh kabupaten/kota setempat dalam beberapa hari ini. Akibatnya, para pengguna kendaraan mengeluhkan harga bensin eceran menjadi melonjak tinggi melebihi kewajaran.
Sejumlah konsumen BBM itu, di Bandarlampung, Minggu, selain mengeluhkan kondisi kelangkaan BBM terutama jenis premium yang terjadi sejak beberapa hari terakhir, sehingga harus antre di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) atau terpaksa membeli secara eceran.
Namun di tingkat pengecer BBM dadakan--sehingga membuat harga bensin melonjak melebihi kondisi wajar, dari biasanya paling mahal dijual Rp5.000 sd. Rp5.500 per liter, harga naik menjadi Rp6.000 hingga Rp7.000 per liter.
Bahkan di sejumlah kabupaten/kota di luar Bandarlampung, sejumlah konsumen mengeluhkan harga eceran yang melebihi Rp7.000 per liter, sampai Rp8.000 per liter atau lebih tinggi lagi.
"Bagaimana ini, sudah susah dapat bensin seperti itu, masih adapula orang yang mau dapat untung besar," kata Ramli, salah satu konsumen itu pula.
Di antara para pengecer BBM dadakan yang muncul di tengah kelangkaan bensin itu, adalah para pedagang kecil dan pengojek sepeda motor yang beralih profesi sementara untuk mengambil keuntungan dari kondisi tersebut.
Mereka beralasan, tidak salah ikut menjual BBM yang penting konsumen mau beli. Soal harga bergantung kesediaan konsumen bersangkutan, karena kalau tidak mau juga bisa membeli di tempat lain.
nKCM/JAK06

|