 Korea Bantu Sistem Peringatan Dini 3 Juta Dollar AS
(Selasa,13/05/2008:pkl.17.00
wib)JAKNEWS.COM--Pemerintah Korea melalui Korean International Cooperation Agency (KOICA) atau Badan Hibah Korea memberikan bantuan hibah sebanyak 3 juta dollar untuk membangun sistem peringatan dini untuk menanggulangi bencana alam. Dalam hibah ini, Korea akan memberikan sejumlah alat canggih yang mampu memberikan peringatan dini untuk mengantisipasi bencana alam seperti banjir, longsor, gempa bumi, ancaman tsunami dan lain-lain.
Memorandum of Understanding (MoU) pemberian bantuan dilakukan oleh wakil dari KOICA Lee Jong Soel dan Plt Direktur Jenderal Sarana Komunikasi Disimenisasi Informasi (SKDI) Freddy H Tulung di Jakarta, Selasa (13/5)."Dalam kerjasama ini Korea akan memberikan alat peringatan dini yang bisa menyampaikan informasi ke masyarakat secara cepat, sehingga masyarakat di lokasi yang terdeteksi akan terjadi bencana bisa cepat mengantisipasinya," kata Freddy usai MoU tersebut.
Alat yang akan dikembangkan tersebut adalah Disaster Information Sharing System (DISS) yang merupakan alat sistem terintegrasi untuk mendeteksi kemungkinan bencana. Kedua, Cell Broadcasting Service (CBS) yaitu sistem yang memanfaatkan operator seluler untuk memberikan informasi langsung kepada masyarakat tentang dugaan akan terjadinya bencana. Info ini diberikan melalui short message services (SMS).
Ketiga, TV Broadcasting Services dan Radio Broadcasting Service, yaitu sistem peringatan dini melalui televisi dan radio."Bila terdeteksi akan ada bencana oleh BMG (Badan Meteorologi dan Geofisika) maka dalam sekali pencet tombol informasi akan tersebar melalui SMS dan televisi," kata Freddy.
Rencananya pemasangan alat dilakukan mulai 2008 hingga 2009 didahului dengan persiapan master plan dan pelatihan sumber daya manusia. Pemerintah RI sendiri memback up pelaksanaan early warning system dengan menggunakan dana sebesar Rp 1,5 miliar yang digunakan selama 2008 dan 2009 masing-masing Rp 750 juta melalui APBN.
nkcm/JAK05

|