 Istana Kosong Saat Pendemo Datang
(Senin,12/05/2008:pkl.14.30
wib)JAKNEWS.COM--Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta yang di dalamnya terdapat Istana Merdeka, Istana Negara, dan Kantor Presiden kosong saat pendemo menggelar aksi besar-besaran memperingati Tragedi Mei 1998 dan 10 tahun reformasi yang dikaitkan dengan rencana kenaikan harga BBM, Senin (12/5).
Presiden yang sehari-hari berkegiatan di Kompleks Istana Kepresidenan dan tinggal di Istana Negara bersama keluarganya, melakukan kunjungan kerja ke Jawa Timur dan Sulawesi Barat. Presiden didampingi Ny Ani Yudhoyono meninggalkan Jakarta melalui Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin pagi.
Entah kebetulan atau memang sudah dipersiapkan, setiap ada unjuk rasa besar-besaran di depan Kompleks Istana Kepresidenan, Presiden berkegiatan di luar kota dan membiarkan Istana kosong.
Dalam empat tahun terakhir, misalnya, Istana selalu kosong tak berpenghuni (suwung) saat hari buruh (May Day) diperingati dengan unjuk rasa ribuan buruh di depannya untuk menuntut perbaikan jaminan hidup dan kesejahteraan. Saat unjuk rasa digelar di depan Istana Merdeka, Kamis (1/5), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tengah berada di kediaman pribadinya di Puri Cikeas Indah, Bogor, Jawa Barat.
Presiden Yudhoyono yang sehari-hari tinggal di Istana Negara hampir selalu kembali ke kediaman pribadinya saat libur atau pada akhir pekan. Tahun 2007, pada peringatan hari buruh, Presiden berada di Sulawesi Tengah sebagai bagian dari rangkaian panjang kunjungan kerjanya ke tiga provinsi. Sementara di Jakarta dan di depan Istana Kepresidenan digelar unjuk rasa, Presiden berdialog dengan para buruh di Palu.
Pada peringatan hari buruh 2006, Presiden tengah melakukan kunjungan kerja ke sejumlah negara di Timur Tengah. Saat terjadi unjuk rasa yang berakhir bentrokan, 1 dan 3 Mei 2006, Presiden tengah berada di Yordania.
Tahun 2005, hari buruh jatuh pada hari Minggu. Seperti kebiasaannya di hari libur, Presiden kembali ke rumah kediamannya di Cikeas.
nkcm/JAK05

|