 Bambang Sadono Ubah Program, Visi dan Misi
(Minggu,11/05/2008:pkl.16.00
wib)JAKNEWS.COM--Calon Gubernur Jawa Tengah dari Partai Golkar Bambang Sadono saat ini tengah menyiapkan perubahan program, visi, dan misinya menyusul rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dalam waktu dekat ini. Ditemui sebelum melantik relawan Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, Minggu (11/5), ia mengatakan pendidikan gratis yang dalam visi misinya semula masuk program jangka panjang, kemungkinan akan diubah menjadi program jangka pendek.
"Sebentar lagi harga BBM naik. Itu berarti beban masyarakat semakin berat. Kita akan evaluasi visi misi yang kita canangkan dan mungkin akan ada perubahan. Harga BBM naik berarti jumlah orang miskin bertambah banyak," kata Bambang yang berpasangan dengan Muhammad Adnan, mantan Ketua PWNU Jateng.
Ia menyebutkan, sejumlah program yang menurut rencana diselesaikan dalam jangka panjang diupayakan dimasukkan dalam program jangkan pendek bila kelak terpilih menjadi gubernur, baik itu menyangkut masalah lapangan kerja, produksi, maupun peningkatan penghasilan.
"Akan tetapi yang paling mendesak dilakukan untuk mengantisipasi kenaikan harga BBM yaitu pengamanan pangan. Ini nomor satu dan harus dilakukan secepatnya. Juga yang berkaitan dengan masalah sosial, politik, dan kesehatan," katanya.
Meskipun pemerintah, seperti diisyaratkan Wapres Jusuf Kalla dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan menaikkan harga BBM dalam waktu dekat, Bambang tetap berharap pemerintah tidak buru-buru mengambil kebijakan tidak populer ini.
"Saya tetap berharap pemerintah tidak menaikkan harga BBM. Kalau memang mau menaikkan, sebaiknya tidak sekarang, tetapi mencari waktu yang lebih tepat, sebab masyarakat saat ini sedang dalam kesulitan besar," katanya didampingi Koordinator Media Tim Sukses Bambang-Adnan, Mc. Jalidint.
Akan tetapi, katanya, jika pemerintah akhirnya tetap menaikkan harga BBM, pihaknya dalam kampanye Pilgub Jateng mendatang akan menyampaikan perubahan program sesuai dengan keadaan yang dialami masyarakat. "Kalau pendidikan gratis masuk dalam jangka panjang, nantinya akan masuk program jangka pendek," Bambang menegaskan.
Bambang juga mengatakan, pihaknya memberi perhatian khusus kepada Kota Semarang, sebab secara obyektif wilayah ini memang menjadi medan pertarungan berat antarpasangan calon. Secara subyektif, kata Ketua DPD Partai Golkar Jateng itu, perolehan suara Golkar di Kota Semarang tidak terlalu tinggi.
"Karena itu kami terus mendinamisasikan wilayah ini dengan membentuk relawan di setiap kecamatan. Sudah ada tim relawan di14 kecamatan, tinggal tersisa dua kecamatan lagi," katanya.
nKCM/JAK06

|