 Pemerintah tidak Revisi Target Laba BUMN
(Minggu,18/05/2008:pkl.09.00 wib)JAKNEWS.COM---Pemerintah cq Meneg BUMN tidak merevisi target perolehan laba BUMN tahun ini maupun tahun depan, meskipun harga minyak mentah terus meningkat dan ada rencana kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi.
"Sampai sekarang kami belum berfikir untuk mengurangi target kinerja BUMN tahun(pendapatan negara dari laba BUMN) tahun depan," kata Meneg BUMN Sofyan A Djalil seusai meresmikan pemancangan tiang pertama pembangunan pupuk NPK Super PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT), di Bontang, Sabtu (17/5)
Ia mengatakan tahun ini pihaknya menargetkan laba BUMN mencapai sekitar Rp70 triliun sampai Rp75 triliun, dan tahun 2009 sebesar Rp90 triliun sampai Rp100 triliun. "Sampai saat ini kami belum merevisi target tersebut," katanya.
Ia yakin BUMN dapat melakukan berbagai penyesuaian sebagai respon atas kenaikan harga bbm dan biaya energi dengan melakukan berbagai efisiensi dan penghematan. Sofyan mencontohkan proyek desalinasi atau pengolahan air laut menjadi air tawar untuk mendukung kinerja pabrik oleh PKT merupakan salah satu upaya BUMN pupuk melakukan penghematan biaya energi.
"Proyek desalinasi ini misalnya bisa menghemat biaya energi sebesar Rp2,5 miliar per bulan. Proyek-proyek (penghematan) seperti ini akan terus dilakukan (BUMN) sebagai perusahaan untuk merespon kenaikan harga energi," katanya.
Hal lain yang didorongnya, adalah pengalihan penggunaan gas dengan batu bara sebagai sumber energi, guna mendapatkan biaya energi yang lebih murah. Sofyan mengatakan penghematan anggaran dan kenaikan harga minyak belum berdampak signifikan bagi kinerja BUMN di Indonesia.
nMIOL/JAK11

|