HomeEkbisOlahragaTeknologiGaya HidupKesehatanEnglish

 

  HOME
  OLAHRAGA
  GAYA HIDUP
  TEKNOLOGI
  KESEHATAN
  EKBIS
  ENGLISH

 
 
 EKONOMI & BISNIS

BBM Naik, Nelayan Dapat Prioritas
(Senin,12/05/2008:pkl.09.00 wib)

JAKNEWS.COM---Mestinya, nelayan mendapat prioritas memperoleh subsidi khusus bahan bakar minyak (BBM) jika realisasi kenaikan harga terlaksana pada Juni mendatang. Soalnya, seturut catatan yang dikumpulkan kompas.com, nelayan yang notabene ikut terlibat aktif dalam sektor perikanan tangkap belum pulih benar dari kenaikan harga BBM dua tahun lalu. Kala itu, harga BBM, terlebih solar, dipatok Rp4000 per liter.

Mudrika (43) nakhoda perahu penangkap ikan Camar II, akhir pekan lalu menuturkan, konsumsi solar menempati porsi terbesar beaya operasional jika dirinya turun ke laut. "Modal cari ikan sekarang Rp1,7 juta. Lebih dari setengahnya habis buat beli solar," kata nelayan yang membawahkan delapan anak buah kapal (ABK).

Pria yang tergabung dalam Program Pemberdayaan Nelayan Pesisir Pangandaran (PPNP) itu menuturkan perahu berbahan dasar fiberglass yang digunakannya itu tergolong "peminum berat" solar. Untuk sepuluh hari perjalanan pergi pulang mencari ikan dari Pangandaran menuju sekitar Samudera Indonesia, tepatnya di bagian selatan Jawa Barat dan Jawa Tengah, perahu yang dilengkapi teknologi fishfinder dan GPS (Global Positioning System) itu bisa menghabiskan sedikitnya 200 liter solar. "Nanti kalau harga solar naik, wah, saya nggak tahu," kata Mudrika sambil memegang kemudi perahu berukuran panjang 11,36 meter x 2,95 meter ini.

Buat nelayan seperti Mudrika, kenaikan harga BBM sesungguhnya adalah langkah awal dari berbagai kesulitan yang dijumpainya mulai dari tepi hingga lepas pantai, kembali ke tepi pantai lagi. Di tengah laut, bapak tiga anak ini berhadapan dengan kenyataan menurunnya jumlah ikan tangkapan. "Sekarang mah ikan mahal seperti kerapu agak sulit didapat. Mesti harus jauh ke tengah laut," kata komandan perahu berbobot kotor enam ton ini.

Kerapu yang termasuk dalam spesies demersal besar atau ikan yang hidup di daerah dekat dasar perairan adalah primadona buat nelayan. Soalnya, ikan berkarakter soliter atau ikan yang berenang tidak berkelompok ini harganya paling mahal di Tempat Pelelangan Ikan (TPI). "Kalau di TPI, ikan kerapu harganya Rp40 ribu per kilogram," ujar Mudrika.

Oleh karena itulah, Mudrika dengan perahu berkecepatan enam mil per jam yang pembuatannya mendapat dukungan dari Tanoto Foundation ini getol pergi jauh dari bibir pantai untuk mendapatkan sebanyak-banyaknya kerapu. Gara-gara ikan ini, kocek Mudrika pernah dipenuhi penghasilan kotor Rp5 juta. "Tapi ya itu, sekarang harus melaut jauh untuk mendapat kerapu," akunya.

Maka, bisa dibayangkan bagaimana usaha keras Mudrika bukannya menyusut kalau harga solar kian melambung. Belum lagi, bila stok solar di pompa bensin tiba-tiba raib tanpa permisi seperti acap terjadi ketika hari kenaikan harga BBM makin mendekat.

Meskipun demikian, terhadap rencana kenaikan harga BBM, Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi, pada minggu kedua Mei, pernah mengatakan bahwa pemerintah tengah menyiapkan jurus-jurus antisipasi. Departemen yang dipimpinnya, aku Freddy Numberi sedang menyiapkan beberapa solusi. Termasuk, alokasi BBM bersubsidi.

Menurut Freddy, nelayan kecil tentu amat merasakan kenaikan 28,7 persen harga BBM tahun ini. Alasan tersebutlah yang menjadi salah satu pertimbangan pemerintah memberikan prioritas bagi nelayan. Kenyataan di masyarakat menunjukkan sementara nelayan bahkan terpaksa membeli solar Rp8000 per liter, lipat dua harga resmi pemerintah.

nkcm/JAK04

 

IndeksBerita Hari Ini
 


ARTIKELBERITA
BBM Naik, Nelayan Dapat Prioritas (12/05/2008:09.00)
Pertamina: Stok LPG Jakarta Aman (11/05/2008:09.00)
Jakarta Terancam Krisis Elpiji 18 Hari (11/05/2008:08.00)
Rupiah Pagi Naik Tipis (09/05/2008:10.00)
IHSG Dibuka Naik (09/05/2008:09.00)
Dollar Menguat Jelang Pertemuan ECB (08/05/2008:10.00)
Desain Besar Masyarakat Nontunai (08/05/2008:09.00)
Garuda Raih ETOP, Jalur Internasional Hemat BBM 15 Persen (07/05/2008:10.00)
IHSG Dibuka Naik (07/05/2008:09.00)
Harga Minyak Tembus 120 Dolar AS (06/05/2008:10.00)
Genting Oil dan Gas Ajukan Pengembangan Blok West Natuna (06/05/2008:09.00)
 



Copyright © 2000 Zeus Group International All Rights Reserved