 Dollar Menguat Jelang Pertemuan ECB
(Kamis,08/05/2008:pkl.10.00 wib)JAKNEWS.COM---Dollar AS diperdagangkan terutama menguat, Rabu (7/5), didukung harapan bahwa memburuknya credit crunch (kredit seret) telah berakhir dan ekonomi AS akan menghindari kecenderungan turun ekonomi yang lebih besar.
Para pedagang fokus terhadap pertemuan kebijakan di Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank Sentral Inggris (BoE) yang diperkirakan mempertahankan suku bunganya tak berubah, namun dapat mengindikasikan ekonomi melemah yang dapat mendorong penurunan suku bunga pada waktu mendatang.
Sebagaimana dikutip dari Antara, euro turun menjadi 1,5395 dollar pada 2100 GMT dari 1,5530 pada akhir Selasa (6/5) di New York. Dollar sedikit melemah terhadap mata uang Jepang menjadi 104,66 yen dari 104,75 yen.
Produktivitas tahunan usaha nonpertanian AS meningkat 2,2 persen dalam kuartal pertama, lebih tinggi dari perkiraan dan memicu harapan bahwa ekonomi terbesar dunia itu dapat mengatasi krisis saat ini.
Komentar dari seorang anggota Federal Reserve juga memberikan kesan tingkat suku bunga AS tidak akan turun lagi, bahkan dapat naik kembali, kata para analis. "Mata uang AS didukung oleh optimisme pasar bahwa credit crunch mulai berkurang," kata Kenichi Yumoto dari Societe Generale.
Namun kenaikan dollar terbatasi kekhawatiran tentang harga minyak mentah, yang mencapai rekor baru pada Rabu. Dalam perdagangan terakhir di New York trade, dolar berada pada 1,0546 franc Swiss naik dari 1,0515 franc pada Selasa. Pound berada pada 1,9532 dollar turun dari 1,9735 dollar.
nkcm/JAK04

|