 Forum Ekonomi Islam Dunia Bahas Energi Alternatif
(Jumat,02/05/2008:pkl.09.00 wib)JAKNEWS.COM---World Islamic Economic Forum (WIEF) atau Forum Ekonomi Islam se-Dunia keempat memasuki hari kedua dengan agenda membahas perkembangan pasar yang pesat di negara-negara Islam, energi alternatif masa depan serta pendalaman diskusi untuk bidang-bidang usaha kecil dan menengah (UKM), infrastruktur, dan pariwisata.
Keterangan pers Sekjen Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Jakarta, Kamis (1/5) menyebutkan, delegasi Indonesia yang dipimpin Wakil Ketua DPD Irman Gusman yang mewakili Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta anggota delegasi terbatas mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Kuwait Sheikh Nasser Al Mohammad Al Ahmad Al Sabah yang dilanjutkan dengan temu bisnis pengusaha Indonesia dan Timur Tengah.
Irman bersama anggota delegasi Indonesia mengikuti pembukaan WIEF di Istana Al Bayan, Kuwait City, Kuwait. Para kepala negara bergiliran menyampaikan sikap politik dan ekonomi, yakni Emir Kuwait Sheikh Sabah Al-Ahmad Al-Jaber Al-Sabah, Raja Yordania Abdullah II, Presiden Senegal Abdoulaye Wade yang juga Ketua Organisasi Konferensi Islam (OKI), Presiden Afghanistan Hamid Karzai, dan Presiden Bosnia-Herzegovina Haris Silajdzic.
Emir Kuwait berpandangan, memasuki milenium ketiga umat Islam harus bertekad untuk menjaga dan meningkatkan kualitas umat dan kelembagaan Islam. Jika selama ini sumber daya alam negara-negara Islam dieksploitasi
secara tidak terkontrol (wildly used) maka untuk selanjutnya harus dipertegas orientasinya untuk umat manusia keseluruhan. "Perang melawan kemiskinan dan peningkatan pendidikan adalah kunci jawabannya," katanya.
Raja Yordania menekankan agar umat Islam memantapkan posisinya di antara penduduk dunia sementara negara-negara Islam menepatkan posisinya di lingkungan global, tidak sekadar membagi atau menyebar kemiskinan (share poverty) tetapi membagi kebaikan dan kehidupan yang lebih baik bagi umat manusia keseluruhan.
Negara-negara Islam yang berpenduduk kurang lebih 1/5 jumlah penduduk dunia secara nyata harus menegaskan keinginan untuk meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan pasar. Umat Islam dan negara-negara Islam
berperan penting untuk terus mendorong hubungan erat antar-umat Islam dan negara Islam, membangun media dan jaringan komunikasi bisnis, meningkatkan pendidikan dan mengembangkan inovasi
nMIOL/JAK11

|